Minuman kopi telah menjadi budaya dan gaya hidup
oleh hampir semua orang di dunia.
Persentase konsumsi kopi dunia selalu mengalami peningkatan setiap
tahunnya. Di Asia peningkatan konsumsi
kopi mencapai 5 – 8% per tahun
sedangkan di Eropa dan Amerika mencapai 8% per tahun. Kawa daun memiliki keunikan tersendiri yaitu berpadunya rasa antara teh dan kopi. Aromanya tidak kalah dengan kopi yang terbuat dari biji kopi. Namun, warnanya cenderung mirip dengan warna teh. Kawa daun disajikan dengan cara diseduh seperti teh ataupun dimasak hingga mendidih. Minum kawa daun memberikan kenikmatan yang luar biasa sebagai minuman penghangat suasana di kala cuaca dingin.
Menurut
beberapa ahli kandungan anti oksidan pada daun kopi lebih tinggi dari teh hitam
dan teh hijau. Untuk itu selain sebagai minuman yang nikmat, kawa daun juga
sangat baik untuk kesehatan. Dengan
kandungan anti oksidan yang tinggi dan kadar kafein yang rendah dibandingkan
biji kopi, daun kopi juga mengandung zat kimia alami yang disebut mangiferin
yang berkhasiat sebagai anti inflamasi untuk mengatasi peradangan, menurunkan
resiko diabetes dan kolesterol, menurunkan hipertensi atau tekanan darah
tinggi.
Potensi pengembangan teh daun kopi atau kawa daun sangat besar di
Indonesia. Hal ini ditunjang dengan potensi
bahan baku daun kopi untuk kawa daun banyak tersedia di sentra-sentra penghasil
kopi karena tanaman kopi dalam pemeliharaannya memerlukan pemangkasan. Limbah dari pemangkasan potensial untuk
dimanfaatkan menjadi bahan teh daun kopi atau kawa daun. Dari pemangkasan 1 Ha lahan, daun muda segar
yang dapat diperoleh diperkirakan dapat mencapai 14 ton dan yang berpotensi
untuk dijadikan bahan baku teh daun kopi atau kawa daun bisa mencapai 700 kg.
Peluang usaha kawa daun juga cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Hal ini dikarenakan selain sebagai minuman yang
menyegarkan, kawa daun juga merupakan minuman kesehatan karena kandungan
antioksidan yang tinggi dan kadar kafein yang rendah, sehingga kawa daun dapat dikonsumsi secara rutin oleh penikmat kopi yang mempunyai resiko diabetes,
kolesterol dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hanya saja untuk pemasaran masih perlu
ditingkatkan minat masyarakat terhadap kawa daun ini melalui publikasi terhadap keunikan dan keunggulan khasiatnya.
Potensi pengembangan kawa daun
yang cukup menjanjikan ini diharapkan dapat meningkatkan petani kopi dan
produsen kawa daun untuk lebih mengembangkan usahanya baik melalui peningkatan
GAP, GHP maupun GMP sehingga produksi dan mutu hasil usahataninya akan
meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar